Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

Kata-kata Lucu Klinik Tong Fang

Posted by Khoiriyansyah Ariya D 22.40, under , | No comments


Kumpulan Kata-Kata Lucu Klinik Tong Fang, Exelroze.info - Pasti udah tahu dong sama lelucon tongfang. Yups, akhir-akhir ini banyak sekali yang menggunakan kata lucu tongfang sebagai status atau tweet. Kamu juga mau update status tentang kata lucu tongfang? Berikut ini kami punya Kumpulan Kata-Kata Lucu Tongfang yang bisa kamu jadikan bahan lelucon atau untuk update status.

Kumpulan Kata-Kata Lucu Tongfang
Sudah 3 tahun saya terkena kencing manis.
Setelah saya berobat ke klinik TongFeng, kencing saya menjadi asin! terima kasih klinik Tongfeng. 
Sudah 3 tahun saya menderita sakit kepala sebelah.
Setelah sayaberobat ke klnik Tong Fang, kepala saya tinggal sebelah. 
Dulu saya sering gonta-ganti pacar.
Setelah ke klinik Tongfeng, saya jadi rajin gonta-ganti kelamin. Trims tongfeng 
Cucu saya alergi susu sapi.
Setelah 3x berobat ke klinik Tongfeng, syukurlah, sekiarang dia rajin minum susu saya 
Dulu, pacar saya matanya suka jelalatan.
Setelah konsul ke klinik tongfeng, kini matanya belekan. Trims tongfeng. 
Dulu, koruptor dihukum potong tangan.
Setelah ke klinik tongfeng, skrg koruptor dihukum potong masa tahanan 
Dulu saya senang nonton motoGP.
Tapi sejak berkunjung ke klinik Tong Feng, saya jadi kecanduan nonton 3gp. 
Teman saya kencing manis.
Setelah 2x ke klinik tongfeng, jd kencing teh manis,. 3x berobat menjadi kencing es teh manis. 
Dulu saya suka mabok alkohol.
Setelah ke klinik tongfeng, sy jd suka mabuk timah panas. Trims tongfeng 
Dulu saya banci.
Setelah ke klinik tongfeng, akhirnya saya mempunyai suami. Trims tongfeng. 
Saya punya kebiasaan ngumpet dibalik pintu.
Setelah ke klinik tongfeng, mereka mengirim saya kebalik jeruji. Trims tongfeng. 
Dulu saya sering kena setrap.
Setelah ke klinik Tongfeng, sekarang saya sering kena setrum. Trims tongfeng. 
Saya sering telat datang ke sekolah.
Setelah ke klinik tongfeng, saya jd telat dtg bulan. Trims tongfeng. 
Dulu, perut saya besar.
Setelah konsul ke tongfeng, kini dada saya yg membesar. Trim’s tongfeng 
Dulu mama minta pulsa.
Setelah ke klinik tongfeng, syukurlah, skrg mama minta suami baru. Trims tongfeng. 
Dulu saya sering bolos psikotest di sekolah.
Setelah ke klinik tongfeng, skrg saya menjadi psikopat. 
Saya sangat terobsesi dgn lagu2 Rumor.
Setelah dirawat di klinik tongfeng, kini sy berubah jd butiran debu. Trims tongfeng 
Saya bekerja sbg tukang gali kubur.
Setelah minum jamu dr klinik tongfeng, sekarang saya yg dikubur 
Di sekolah, saya kurang mahir berbahasa inggris.
Setelah ke klinik tongfeng, saya jadi mahir berbahasa binatang. 
Saya selalu lupa dimana sekolah saya.
Saya ingin ke klinik tongfeng, tapi tidak tau alamatnya 
Dulu, guru saya sering tidak masuk kelas.
Setelah ke klinik tongfeng, sekarang beliau masuk surga. Trim’s tongfeng 
Dulu saya sering terlambat ke sekolah.
Setelah ke klinik tongfeng, skrg saya terlambat dapat jodoh 
Dulu, saya sgt malu maju ke depan kelas.
Setelah ke klinik tongfeng, kini kemaluan sy sering maju ke depan

Tewas Mengenaskan Akibat Kentut

Posted by Khoiriyansyah Ariya D 22.38, under , | No comments


Maksud hati bercanda tapi kebablasan alias keterlaluan, alhasil bukan senang yang didapat malah jadi petaka. Itulah yang dialami Ribut Supriyanto, remaja berusia 17 tahun. Warga Perumnas Jatiroto Permai, Desa/Kecamatan Jatiroto, Lumajang yang akhirnya tewas di tangan sahabat mainnya, Jefri Ananta, 20, lantaran olok-olok dan tingkah guyonan Supriyanto dianggap keterlaluan.




Kentut membawa maut
Jefri mengatakan, Supriyanto kerap kentut dengan sengaja di depan mukanya dan melontarkan ejekan dengan kata-kata kotor. Awalnya, aksi pembunuhan terhadap Supriyanto sempat dikamuflase oleh Jefri, yang juga teman ngamen korban. Namun, berkat kejelian polisi yang mencurigai cerita Jefri, pembunuhan itu akhirnya terungkap kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aksi penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia itu terjadi di Dusun Sembon, Desa/Kecamatan Jatiroto. Persisnya di sebuah kebun rambutan. Kejadian itu bermula ketika tersangka bermain remi di depan rumahnya. Permainan remi tersebut diwarnai saling ejek dan saling olok. Merasa lelah dan jenuh bermain remi, Supriyanto mengajak Jefri berburu kalong (kelelawar) di sebuah kebun yang dipenuhi tanaman rambutan. Jarak pekarangan itu sekitar 100 meter dari rumah Jefri dan saat itu sekitar pukul 23.00 WIB.

Beberapa orang lain yang ikut bermain remi, memilih tak gabung dan membubarkan diri. Dengan membawa senapan angin dan sebilah pisau, Supriyanto dan Jefri kemudian berangkat menuju tempat perburuan. Tak lama setelah memasuki kebun rambutan, pelaku tiba-tiba menikam punggung, dada, serta tangan korban dengan pisau. Terhitung ada sembilan luka tusuk yang dialami korban.

Mengetahui korban jatuh tidak berdaya, pelaku berteriak minta tolong. Dari kejauhan Rifan, ayah tiri Supriyanto, lamat-lamat mendengar suara minta tolong tersebut. Rifan lantas mendatangi asal suara. Ketika sudah dekat, Rifan terkejut tatkala mengetahui Supriyanto roboh bersimbah darah dan sudah tak bisa berkata-kata. Jefri terus berada di dekat Supriyanto kala itu.

Warga kemudian berdatangan ke tempat kejadian perkara. Tatkala ditanya Rifan dan beberapa warga, Jefri mengaku bahwa temannya itu baru saja ditusuk oleh pencuri rambutan yang berjumlah tiga orang. Lantaran tepergok, begitu cerita karangan Jefri, para pencuri itu menyerang dan menusukkan pisau ke tubuh Supriyanto.

Cerita Jefri sempat memunculkan tanda tanya karena dia sendiri tak terluka sedikit pun. Namun, demi secepatnya menyelamatkan Supriyanto, orangtuanya yang dibantu warga lebih mengurusi Supriyanto, lantas membawanya ke rumah sakit terdekat, Rumah Sakit Umum (RSU) Djatiroto. Jefri juga menyertai ke sana.

Tidak lama dirawat di sana, akhirnya nyawa Supriyanto tak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhirnya. Berita kematian Supriyanto akibat `dibunuh pencuri` itu menyebar dan akhirnya didengar polisi. Karena itu, setelah dinyatakan meninggal, jenazah Supriyanto diminta polisi untuk tidak langsung dibawa pulang melainkan divisum dulu di RSUD dr Haryoto, Kota Lumajang.

“Untuk lebih jelas mengetahui penyebab kematiannya,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Kusmindar, Kamis (14/10).
Menganggap ada hal-hal yang mencurigakan dari cerita Jefri, polisi secara maraton memeriksa warga Dusun Sembon, Desa/Kecamatan Jatiroto itu. Akhirnya, di hadapan penyidik, Jefri mengakui bahwa yang melakukan penganiayaan hingga membuat korban meninggal adalah dirinya.

“Saya jengkel karena dia sering kentuti dan mengejek saya dengan kata-kata jorok,” kata pelaku di hadapan penyidik.
Menurut AKP Kusmindar, kejengkelan pelaku tampaknya sudah memuncak setelah main remi malam itu. Dalam perburuan kalong, saat Supriyanto lengah, pelaku merebut pisau Supriyanto dan langsung menusuk tubuh korban beberapa kali.
Kusmindar mengatakan, tersangka dikenai pasal berlapis yakni Pasal 351 Ayat 3 KUHP dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

Sementara itu, Kapolsek Jatiroto AKP Mochamad Toha mengatakan, pelaku saat ini ditahan di Mapolsek Jatiroto. “Kami masih terus lakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” katanya. Toha mengatakan, korban sehari-hari adalah seorang buruh lepas dan kadang mengamen. Sementara pelaku adalah seorang buruh lepas. Toha juga mengatakan bahwa dari keterangan pelaku diketahui bahwa pelaku ternyata pernah terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor dan jambret hingga pernah dihukum dua.